Yes! Siapa yang setuju sama judul diatas?
Sebagai orang-orang muda pasti gak akan jauh dari kata ini,
yupt! Teman. Sedikit atau banyak mereka tetap punya andil di kehidupan kita kan?
Kawan itu bukan sekedar orang yang selalu kita ajak seneng loh, kawan juga
selalu ada dikala kita berduka, kenapa? Karena hidupmu gak selamanya manis,
betul tidak?
Perkenalkan, mereka kawan-kawan seperjuangan saya di SMA
dulu. Belum cukup lama memang, hanya 3 tahun dibawah satu atap yang sama
Islamic Center Muhammadiyah kami sudah bisa merasakan pahit manisnya masa putih
abu-abu. Mereka adalah orang kedua (setelah orangtua saya tentunya) yang patut
diacungi jempol. Banyak cerita yang pernah kami ukir bersama. Dipuji satu kelas
kami pernah merasakannya, dihukum satu kelas sudah hal wajar bagi kami, berantem sesama angkatan pernah, sama
kakak kelas pernah, apalagi sama adik kelas? Jangan tanya. Kami pernah
tergabung di IPM sebagai pengurus juga sama-sama. Kami semua berjumlah 27
orang, tak salah jika kita kenal satu sama lain ‘kan?
“Nil Satis Nisi Optimum”, kalimat perpisahan kami.
Perpisahan sekejap, suatu saat nanti kami berjanji untuk sama-sama merasakan
kesuksesan dan akhirnya berjumpa lagi.
Ok, setelah lulus SMA, saya terbang menuju Yogyakarta, kota
pelajar dengan banyak cerita dan pengalaman menakjubkan didalamnya. Universitas
Ahmad Dahlan adalah tujuan saya berikutnya.
Mereka adalah orang-orang pertama yang saya kenal disini,
Yogyakarta. They’re kind to me, so kind.
Saya belajar untuk lebih sabar adalah ulah mereka ini. Kultur jawa sangat
kental, karena itu saya ‘dipaksa’ untuk lebih ‘kemayu’ disini.
Beranjak ke kisah hidup saya selanjutnya. Setelah memasuki jenjan perguruan tinggi ini, saya masuk ke salah satu UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa), KOPMA (Koperasi Mahasiswa). Disini saya bertemu dengan lebih banyak kawan. Kekeluargaan, hal pertama yang saya terima disini.
Beranjak ke kisah hidup saya selanjutnya. Setelah memasuki jenjan perguruan tinggi ini, saya masuk ke salah satu UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa), KOPMA (Koperasi Mahasiswa). Disini saya bertemu dengan lebih banyak kawan. Kekeluargaan, hal pertama yang saya terima disini.
Selanjutnya, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah. Banyak
orang-orang hebat yang saya temui disini. Kerja keras dan intelektualitas
‘oleh-oleh’ yang saya terima dari salah satu ORTOM (Organisasi Otonom)
Muhammadiyah ini. Singkat cerita, saya pernah menjadi salah satu ‘calon’ dari
orang-orang yang keluar dan berhenti sepenuhnya sebagai anggota, tapi apa daya.
Orang-orang ini membuat saya malu, kerja keras dan semangat mereka lebih
daripada saya tapi taka da keluhan yang keluar dari mulutnya, masih banyak hal
yang belum saya torehkan di organisasi ini. Foto dibawah ini diambil di titik
Nol Kilometer Joga, bertepatan dengan hari Ibu. :)
Dan yang terakhir ada Hizbul Wathan UAD. Organisasi yang bisa dibilang muda, karena baru beberapa tahun lahir. Jujur sejujur-jujurnya, saat awal pembentukan saya memang belum ikut berperan, baru 1 tahun terakhir ini saja. Tapi disini, saya bertemu lebih banyak orang di luar sana. How an amazing people! Ah, mereka orang-orang hebat, lebih hebat dari penampilannya yang terkesan biasa saja.
Dan yang terakhir ada Hizbul Wathan UAD. Organisasi yang bisa dibilang muda, karena baru beberapa tahun lahir. Jujur sejujur-jujurnya, saat awal pembentukan saya memang belum ikut berperan, baru 1 tahun terakhir ini saja. Tapi disini, saya bertemu lebih banyak orang di luar sana. How an amazing people! Ah, mereka orang-orang hebat, lebih hebat dari penampilannya yang terkesan biasa saja.
Kawan-kawan pembaca sekalian, bersikap baik terhadap orang tua itu suatu kewajiban, tapi jangan lupa juga kita tetap harus berbuat baik pada sesama muslim, sahabat kita, saudara kita.
Setiap kejadian yang kita alami, orang-orang yang ada di
dekat kita, masalah-masalah yang pernah menghantui kita, tentu ada hikmahnya,
ada pelajaran yang bisa kita ambil. Kawan, orang-orang sedekat mereka juga
punya cerita sendiri, cerita yang mungkin cukup sebagai bekal kita menghadapi
dunia yang lebih luas nantinya.
“Sebaik-baiknya
sahabat adalah yang menunjukan kamu kepada kebaikan” sebuah kata mutiara
yang sesuai untuk mengakhiri posting hari ini.
Mari perbanyak kawan mulai hari ini, dan mari mulai mencari
sosok sahabat yang menunjukkan pada kebaikan.
Wassalam.









7 komentar:
aku setuju :D
Kebersamaan itu memang selalu meninggalkan kenangan ya ukhti fatin
Yes ..saya setuju :)
setuju banget..
sahabat adalah pelengkap kebahagian kita.
fatin seneng nggak punya temen kayak kaska ? :D
I like this sista...
And i miss you so much.. :)
fatin keren ...
:D
Posting Komentar